E-Dukasi Yuk Mengenal Biologi Dan Ekologi Kehidupan
![]() |
| Gambar Cabang Ilmu Biologi |
Biologi (disebut juga ilmu kehidupan) yaitu ilmu wacana makhluk hidup. Ekologi yaitu ilmu wacana bagaimana makhluk hidup bekerjasama satu sama lain dan dengan lingkungannya, termasuk benda mati.
Hampir sepanjang sejarah, Biologi telah diperngaruhi oleh praktik dan aliran agama atau kepercayaan spritual. Misalnya yaitu gagasan yang menyatakanbahwa benda menjadi hidup alasannya yaitu imbas bermacam-macam "Kekuatan hidup". Pendekatan lebih ilmiah pada biologi menghasilkan pemahaman modern dan lebih kompleks wacana proses kehidupan.
Pelajaran Awal dari Alam
![]() |
| Gambar Aristoteles |
Pertanian memperlihatkan pengetahuan simpel dan pribadi wacana flora dan binatang. Namun hanya ada sedikit pelajaran sistemik wacana makhluk hidup sampai kemunculan Yunani Kuno. Pemikir yunani paling besar lengan berkuasa yaitu Aristoteles (384-322 SM). Ia menciptakan sistem penjabaran binatang, sementara seorang muridnya,
Theoprastus. menciptakan penjabaran serupa untuk tumbuhan. Beberapa karya Aristoteles akan terlihat mentah dibandingkan standar sekarang. Namun banyak idenya yang telah maju dan berperan penting dalam ilmu biologi modern. Meski dengan semua pengamatan cermat mereka, masyarakat yunani kuno tidak pernah sanggup menghasilkan lebih dari sekedar tebakan bakir wacana proses kehidupan. Tanpa Mikroskop, mereka bahkan tidak sanggup mengetahui seluk beluk teori sel atau menyadari adanya mikroorganisme.
Biologi sebagai Sebagai Ilmu
Selama kurun pertengahan, kaum terpelajar Arab menterjemahkan karya aristoteles dan lainnya, serta menambah aneka macam gagasan mereka sendiri. Kumpulan pengetahuan mencapai eropa sekitar kurun ke-13. Periode ini memperlihatkan perkembangan sejumlah ilmu ibarat zoologi dan botani. Perbandingan anatomi dikembangkan oleh para seniman Renaisans. Mereka mempelajari otot, tulang dan organ dalam hewan dan manusia. Selama selesai era renaisans, bidang pemikiran akademis, disebut iatrokimia, mengandalkan reaksi kimia untuk menunjukan cara kerja flora dan binatang. Ini yaitu awal dari bidang Biokimia.
Mikroskop
![]() |
| Mikroskop Abad ke-19 |
Biologi menerima dorongan signifikan dengan inovasi mikroskop pada awal kurun ke-17. Sepertinya inovasi terbaik yang dihasil melalui mikroskop adala mikroorganisme .
Antony Van Leeuwenhock merupakan orang pertama yang meneliti organisme bersel tunggal pada tahun 1670. Sekitar 10 tahun sebelumnya, Robert Hooke telah mengamati ruang kecil pada sampel gabus, yang ia sebut "sel".
Hooke tidak menyadari bahwa sel yaitu unit dasar dari makhluk hidup. Lalu pada kurun 20 , mikroskop elektron mengungkapkan struktur yang lebih kecil.
Biokimia
![]() |
| Struktur DNA |
Selama kurun ke-19, kekerabatan antara biologi dan kimia menjadi lebih jelas. Pada tahun 1840an dan 1850-an, claude bernard membentuk fondasi biokimia modern melalui eksperimen atas pankreas kelinci. Di sekitar waktu yang sama, para ilmuwan menyadari bahwa fungsi makhluk hidup tergantung pada transfer energi oleh reaksi kimia. Pada tahun 1860-an, para ilmuwan menyadari bahwa kehidupan di bumi tergantung pada matahari. Embriologi adalah ilmu wacana telur fertilisasi juga berperan penting dalam biologi selama kurun ke-19.
Pendekatan biokimia pada embriologi kesudahannya mengarah pada inovasi materi kimia yang terlibat dalam genetika mendel. Sepertinya pencapaian terbesar dari pendekatan ini yaitu pemahaman wacana materi kimia yang disebut asam nukleat. Asam nukleat berperan penting dalam genetika dan produksi protein dalam sel. Struktur molekul asam nukleat paling terkenal yaitu DNA, diketahui pada tahun 1953. Gen yang telah dihipotesiskan mendel yaitu panjang DNA, yang membawa warta genetik dari generasi ke generasi.
Ekologi dan Awal Kehidupan
Studi wacana cara perubahan populasi flora atau hewan yaitu inti dari ilmu ekologi. Faktor yang menghipnotis populasi mencakup kelaparan, penyakit, dan perang. Kini para hebat ekologi memakai metode matematika yang rumit untuk menganalisis populasi tumbuhan, hewan dan manusia. Istilah ekologi dipopulerkan oleh hebat zoologi jerman Ernest Haekal.
Referensi : Buku Ensiklopedia IPA



