E-Dukasi Relasi Listrik Dan Magnet
Pada jaman mutakhir menyerupai kini ini, listrik mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, berbagai aktifitas kita kini yang tergantung pada listrik.
Sejauh mana sih yang kau tahu wacana listrik?
Apakah kau tahu kalau listrik ternyata mempunyai relasi yang erat dengan magnet?
![]() |
| Gelombang Elektromagnet |
Perlu kau tahu, ada 2 aturan dasar yang menjelaskan relasi listrik dan magnet.
Hukum pertama menjelaskan bagaimana arus listrik sanggup menghasilkan medan magnet(menginduksi magnet). Gejala menyerupai ini dikenal sebagai "Gejala induksi magnet". Tokoh yang meletakkan dasar konsep tersebut yaitu Oersted. Oersted menemukan tanda-tanda ini melalui eksperimen. Teori tersebut kemudian dirumuskan secara lebih lengkap oleh Ampere. Oleh sebab itu, tanda-tanda induksi magnet dikenal sebagai "Hukum Ampere".
Teori yang ke dua berkebalikan dengan teori di atas, pelopor teori tersebut yaitu Michael Faraday. Faraday menemukan bahwa medan magnet yang berubah-ubah sanggup menghasilkan arus listrik. Gejala menyerupai ini disebut "gejala induksi elektromagnet". Konsep induksi elektromagnet Faraday kemudian disempurnakan oleh Joseph Henry. Untuk menghargai jasa kedua tokoh tersebut, aturan induksi elektromagnet kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua aturan dasar di atas, James Clerk Maxwell berteori bahwa kalau medan magnet yang berubah sanggup menghasilkan medan listrik maka dengan mempertimbangkan konsep simetri dalam aturan alam, tentu hal sebaliknya sanggup jadi sanggup terjadi. Oleh sebab itu, Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah-ubah juga sanggup menghasilkan medan magnet. Teori Maxwell ini kemudian menjadi aturan ke-3 yang menjelaskan relasi antara tanda-tanda kelistrikan dan kemagnetan. Prinsip yang dikemukakan oleh Maxwell ini, intinya merupakan pengembangan dari aturan Ampere. Karenanya itu, prinsip tersebut disebut Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar di atas, Maxwell mencermati adanya suatu referensi dasar, yakni bahwa medan magnet yang berubah sanggup menginduksi medan listrik yang juga berubah-ubah dalam setiap satuan waktu, dan sebaliknya medan listrik yang berubah terhadap waktu juga sanggup menghasilkan medan magnet, maka kalau proses tersebut berlangsung secara kontinue maka akan sanggup dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinue pula. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara bersamaan merambat di dalam ruang ke segala arah, ini merupakan tanda-tanda gelombang. Gelombang semacam itu, disebut gelombang elektromagnetik. Gelombang tersebut, disebut gelombang elektromagnet sebab terdiri dari medan magnet dan medan listrik yang merambat dalam ruang.
Semula gelombang elektromagnetik hanya berupa ramalan dari Maxwell namun kemudian, Maxwell dianggap sebagai penemu teori dasar gelombang elektromagnetik, sebab Teori Maxwell gelombang elektromagnetik ternyata benar terbukti. Teori Maxwell berhasil dibuktikan oleh Heinrich Hertz. Hertz melaksanakan eksperimen untuk membangkitan gelombang elektromagnetik dari dua kutub yang bermuatan listrik berbeda, yang saling berdekatan (dipol listrik). Salah satu dipol berfungsi sebagai pemancar dan dipol listrik yang lain berfungsi sebagai penerima. Hertz berhasil membangkitkan gelombang elektromagnetik melalui eksperimen tersebut.
