E-Dukasi Pemerintah Optimis Sertifikasi Guru Selesai Simpulan Tahun 2015
![]() |
Direktur Jenderal pengajar dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata mengungkapkan, jumlah pengajar pada 2005 sekitar 2,7 juta orang. Kondisinya dikala itu hampir 60 persen atau dua pertiganya belum S1, khususnya guru SD.
"Dengan kondisi menyerupai itu pemerintah melalui Kemendikbud mengambil inisiatif membentuk program menyekolahkan pengajar," ujar Sumarna di Jakarta, Jumat (19/6) .
Dikatakan, program tadi merupakan Pengakuan Pengalaman Kerja & hasil Belajar (PPKHB). Acara ini mengatur semoga pengajar yang sekolah lagi untuk memenuhi kualifikasi akademiknya, tidak perlu memenuhi jumlah sistem kredit semester (SKS) 100 %, melainkan cukup sepertiganya.
Dalam kurun waktu 10 tahun, sejak 2005 hingga 2015, Pranata memberikan pertambahan jumlah guru mencapai satu juta orang. Penambahan tadi merupakan hasil pengangkatan guru-pengajar sang pemerintah wilayah & satuan pendidikan. Sebagian besar tanpa memerhatikan kualifikasi akademik pengajar. Padahal guru yang bersangkutan wajib telah lulus D4 atau S1 sebelum diangkat.
Pranata mengatakan, pemerintah fokus menuntaskan kewajiban dalam hal pemenuhan kualifikasi akademik & derma profesi guru-guru yang diangkat sebelum tahun 2005, sesuai UU Nomor 14 Tahun 2005 mengenai guru dan Dosen.
"Tahun ini jikalau kami hitung, 2015 ini hampir selesai (kualifikasi dan sertifikasi guru). Gampang-mudahan tuntas dalam waktu enam bulan ke depan," ujar mantan Direktur Pendidik & Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar itu.
Ditambahkannya, pihaknya akan mempelajari dan mendalami data penambahan satu juta guru tadi.
Sumber : jpnn.com
