E-Dukasi Rancangan Pesawat Terbang Bj Habibi Di Desain Tahun 2016
![]() |
| Pesawat Rancangan Regio Prop 80 (R80) dari Prof. BJ Habibi. (sumber : republika.co.id) |
"Semoga pertengahan tahun depan telah tuntas semua (desainnya) sebagai alhasil pertengahan tahun depan kami sudah mulai menciptakan prototype (purwarupa). Masih usang dari segi desain," ujar ide pada Jakarta, Rabu (29/7).
Beliau menuturkan, ketika ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen primer misalnya mesin & sistem pengendalian pesawat. Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang dalam 2019, namun lantaran problem teknis, wangsit memperkirakan pesawat tadi gres siap diterbangkan pada 2021.
Buat waktu ini, celoteh beliau, terdapat 3 perusahaan penerbangan yang memesan pesawat itu mencapai total 145 unit, yakni dari Kalstar Indonesia, Nam Air & Trigana Air.
Sementara itu, buat mesin pesawat, dia berkata PT RAI akan menggunakaan mesin dari diantara 3 perusahaan pembuat mesin pesawat yang dipilih, yakni Rolls Royce asal Inggris, Pratt and Whitney berasal Amerika serikat dan General Electric asal Amerika serikat.
Pesawat R80, dari dia, mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan pesawat lain, antara lain lebih besar & hemat dalam penggunaan materi bakar.
"saya lihat biaya pengoperasian pesawat 30-50 persennya terkait materi bakar, jadi mesin sangat memilih. Kemajuan lain pesawat ini sanggup jua pada aerodinamika, kenyamanan kabin, material lebih maju, akan tetapi yang paling penting lebih hemat 10-15 % dibanding pesawat ATR," ujarnya.
Dengan keunggulan tadi, inspirasi berkata belum menentukan harga tepat buat R80 alasannya belum menentukan mesin & komponen-komponen yang akan dipakai. Namun, dia memperkirakan akan dibanderol sebanyak 22 sampai 25 juta dolar AS per unit.
R80 merupakan suksesor dari pesawat N250 buatan IPTN yang sekarang diklaim PT Dirgantara Indonesia. Sementara PT RAI yang membuatkan R80, yaitu perusahaan pembuat pesawat terbang komersil milik BJ Habibie.
