E-Dukasi Ringkasan Bahan Ipa Kelas 6 Sd
Ujuan Sekolah sudah di ambang pintu, pengayaan materi tentu menjadi ha yang wajib. berikut ini ialah rangkuman sebagian materi ujian IPA kelas 6 SD berdasarkan kisi-kisi ujian 2018
HUBUNGAN ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
A. Simbiosis
Hubungan antarmakhluk hidup yang khas disebut simbiosis. Di alam dikenal tiga macam kehidupan simbiosis yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.
1. Simbiosis mutualisme
Simbiosis mutualisme ialah kekerabatan antara dua jenis makhluk hidup yang saling menguntungkan.
Contoh :
a. hubungan serangga dan flora berbunga.
Serangga menyerupai kupu-kupu, lebah, dan kumbang mengambil nektar dari bunga untuk makanannya, serangga membantu proses penyerbukan pada bunga.
b. Kerbau dengan burung jalak
Jalak mendapat laba berupa kutu sebagai makanan, sedangkan kerbau merasa nyaman alasannya ialah tidak gatal. Satu lagi laba yang diperoleh kerbau, yaitu adanya peringatan akan bahaya. Burung jalak akan segera terbang kalau mengetahui adanya ancaman.
Jalak mendapat laba berupa kutu sebagai makanan, sedangkan kerbau merasa nyaman alasannya ialah tidak gatal. Satu lagi laba yang diperoleh kerbau, yaitu adanya peringatan akan bahaya. Burung jalak akan segera terbang kalau mengetahui adanya ancaman.
c. Buaya dengan burung Clover
Burung clover membersihkan kotoran dan sisa masakan di ekspresi buaya, sementara burung clover mendapat makanan.
d. Tumbuhan dengan cacing
Tumbuhan sangat terbantu oleh adanya cacing tanah yang yang menciptakan lubang-lubang di dalam tanah. Air dan udara yang diharapkan flora menjadi lebih gampang meresap dan diserap oleh akar. Sebaliknya cacing tanah mendapat masakan dari daun-daun kering berguguran yang kemudian membusuk.
e. jamur dengan ganggang
Ganggang bisa berfotosintesis untuk menyediakan masakan bagi ganggang tersebut dan bagi jamur. Jamur menyediakan sarana untuk berfotosintesis, yaitu sebagai penyedia air dan karbon dioksida. Simbiosis mutualisme antara jamur dan ganggang akan membentuk lumut kerak.
Ganggang bisa berfotosintesis untuk menyediakan masakan bagi ganggang tersebut dan bagi jamur. Jamur menyediakan sarana untuk berfotosintesis, yaitu sebagai penyedia air dan karbon dioksida. Simbiosis mutualisme antara jamur dan ganggang akan membentuk lumut kerak.
f. burung tertentu yang memangsa ulat yang berada di daun-daun suatu tumbuhan.
selain mendapat makanan, Burung tersebut membantu flora alasannya ialah daunnya tidak menjadi santapan ulat.
selain mendapat makanan, Burung tersebut membantu flora alasannya ialah daunnya tidak menjadi santapan ulat.
g. Akar tumbuhan polong – polongan dengan basil Rhizobium radicicola
2. Simbiosis komensalisme
Simbiosis komensalisma adalah kekerabatan ketergantungan antara makhluk hidup, di mana satu pihak diuntungkan namun pihak yang lain tidak dirugikan. Contohnya ialah sebagai berikut:
a. Ikan remora dengan ikan hiu.
Ikan-ikan kecil yang disebut remora, melekat pada badan ikan hiu. Remora mendapat sisa-sisa masakan dari ikan hiu. Selain itu, remora sanggup bepergian ke manapun tanpa takut dimangsa oleh ikan-ikan besar lain. Hiu tidak diuntungkan maupun dirugikan.
b. Anggrek dan aneka macam jenis paku-pakuan hidup menumpang pada flora lain.
Anggrek dan paku-pakuan mendapat daerah hidup yang sanggup terjangkau sinar matahari yang membantu mereka berfotosintesis. Tumbuhan yang ditumpangi tidak diuntungkan maupun dirugikan.
3. Simbiosis parasitisme
Simbiosis parasitisma adalah kekerabatan ketergantungan yang hanya menguntungkan salah satu pihak. Contohnya ialah sebagai berikut:
a. Benalu yang hidup di pohon inang.
Selain menumpang hidup, parasit juga mengambil masakan dari flora inang yang ditumpanginya. Akibatnya flora yang ditumpangi mengalami kerugian alasannya ialah kehilangan zat-zat masakan dan pertumbuhannya terganggu.
b. Tumbuhan tali putri yang menumpang pada flora lain.
Tumbuhan tali putri tidak bisa menciptakan masakan sendiri. Tumbuhan ini menghisap zat-zat masakan dari flora yang ditumpanginya sehingga menghambat pertumbuhan inangnya.
c. Kutu kepala dengan kulit kepala manusia
d. Jamur panu dengan kulit manusia
B. Ekosistem
Satu makhluk hidup yang menempati areal tertentu disebut dengan individu. Bila ada sekelompok makhluk hidup atau individu yang sejenis menempati areal atau wilayah tertentu, maka disebut sebagai populasi. Kumpulan populasi yang hidup bersama ini akan membentuk komunitas. Hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem.
Dalam ekosistem ada makhluk hidup dan tidak hidup. Komponen yang hidup menyerupai manusia, ikan, tumbuhan, dan ayam disebut komponen biotik. Sedangkan komponen yang tidak hidup menyerupai batu, air, oksigen, dan karbondioksida disebut Komponen abiotik. Sebagai contoh, dalam ekosistem bahari terdapat air, ikan, rumput laut, dan kerikil karang.
Ada dua macam ekosistem yang harus kau ketahui, yaitu: ekosistem alam dan ekosistem buatan. Ekosistem alam ialah ekosistem yang sudah ada di dalam alam. Contohnya: hutan, padang pasir, laut, sungai, dan danau. Ekosistem buatan terbentuk alasannya ialah dibentuk oleh manusia, atau alasannya ialah campur tangan manusia. Contoh ekosistem buatan insan adalah: sawah, ladang, kebun, taman, kolam, akuarium, dan lain-lain.
Pada sebuah ekosistem terdapat banyak komponen. Komponen-komponen ekosistem itu, sebagai berikut.
1. Produsen
Semua flora hijau ialah produsen dalam sebuah ekosistem. Produsen artinya penghasil, yaitu menghasilkan bahan-bahan organik bagi makhluk hidup lainnya. Contoh produsen ialah padi, ubi, singkong, sagu, jagung, dan tomat.
2. Konsumen
Konsumen ialah pemakai materi organik yang dihasilkan oleh produsen. Berikut ini beberapa tingkatan konsumen berdasarkan apa yang dimakannya.
a. Konsumen Tingkat I
Konsumen tingkat I ialah makhluk hidup yang memperoleh energi eksklusif dari produsen.
b. Konsumen Tingkat II
Konsumen tingkat II ialah makhluk hidup yang memperoleh masakan dari konsumen tingkat I.
c. Konsumen Tingkat III
Konsumen tingkat III ialah makhluk hidup yang memperoleh masakan dari konsumen tingkat II.
3. Pengurai
Pengurai berperan menguraikan makhluk hidup yang telah mati. Hasil uraiannya berupa zat hara di dalam tanah. Zat hara dipakai oleh flora sebagai sumber makanan.. Hasil kerja pengurai sanggup membantu proses penyuburan tanah. Contoh pengurai ialah basil dan jamur.
4. Komponen Abiotik
Komponen abiotik ialah daerah flora hijau (produsen) tumbuh. Kesuburan lingkungan abiotik ditentukan oleh kerja pengurai. Hubungan antarkomponen dalam ekosistem sanggup dilihat pada skema berikut.
Autotrof dan Heterotrof
Autotrof ialah organisme yang sanggup menciptakan masakan sendiri (berfotosintesis).Organisme yang termasuk kelompok ini, contohnya flora hijau, alga (ganggang), lumut, flora paku dan sebagian basil dan di alam bertindak sebagai produsen.
Heterotrof ialah organisme yang tidak sanggup menciptakan masakan sendiri.
Organisme heterotrof dibagi menjadi :
1. Herbivora adalah binatang pemakan tumbuhan, tumpuan : sapi, kambing, kuda, kerbau.
2. Karnivora ialah binatang pemakan daging, tumpuan : harimau, kucing, anjing, elang.
3. Omnivora ialah organisme pemakan flora dan binatang , tumpuan : manusia, gorilla, simpanse, orangutan, ayam, tikus dan sebagainya.
4. Dekomposer (Pengurai) ialah organisme yang berperan menguraikan makhluk hidup yang telah mati, tumpuan : fungi (jamur) dan bakteri.
C. Rantai Makanan
Tumbuhan hijau sanggup menciptakan sendiri makanannya melalui fotosintesis dan disebut sebagai produsen. Manusia dan binatang tidak sanggup menciptakan makanannya. Mereka memakan flora atau binatang lain sehingga disebut konsumen. Hubungan makan dan dimakan ini membentuk rantai makanan. Rantai makanan ialah perjalanan makan-dimakan dengan urutan tertentu. Dalam rantai masakan terjadi perpindahan energi.
Perhatikan gambar berikut!
Belalang sebagai pemakan produsen (rumput) disebut sebagai konsumen tingkat pertama. Katak yang memakan konsumen tingkat pertama (belalang) disebut sebagai konsumen tingkat kedua. Ular sebagai konsumen tingkat ketiga dan elang disebut sebagai konsumen tingkat keempat. Rantai masakan akan berafiliasi antara yang satu dengan yang lainnya membentuk jaring-jaring makanan.
Urutan insiden makan dan dimakan di atas sanggup berjalan seimbang dan lancar bila seluruh komponen tersebut ada. Bila salah satu komponen tidak ada, maka terjadi ketimpangan dalam urutan makan dan dimakan tersebut.
Perjalanan makan dan dimakan dari produsen hingga ke konsumen terakhir tersebut, sanggup kita gambarkan sebagai sebuah piramida. Agar rantai masakan sanggup terus berjalan, maka jumlah produsen harus lebih banyak dibandingkan jumlah konsumen. konsumen kesatu harus lebih banyak daripada konsumen kedua, dan begitulah seterusnya.
D. Dampak Perubahan Lingkungan terhadap Makhluk Hidup
Pengaruh perubahan lingkungan pada makhluk hidup bermacam-macam. Bila perubahan itu menguntungkan, maka makhluk hidup akan semakin berkembang. Bila perubahan lingkungan itu merugikan, makhluk hidup harus bertahan. Dengan kata lain ia harus bisa mengikuti keadaan atau melaksanakan adaptasi.Apabila ingkungan di sekitar makhluk hidup itu rusak, makhluk hidup akan mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.
Contohnya ialah masuknya materi beracun ke dalam perairan, contohnya deterjen. Deterjen dalam jumlah sedikit, sanggup dinetralkan oleh air sungai. Deterjen yang terlalu banyak, sanggup mematikan ikan-ikan di sungai. Jikapun ikan-ikan tersebut tidak mati, zat racun akan terkumpul dalam badan ikan, sehingga akan berbahaya bila ikan tersebut dikonsumsi manusia.
Beberapa tumpuan insiden alam yang merugikan, antara lain, gempa bumi, gunung meletus, dan banjir.
Pencemaran air banyak mengakibatkan kerugian-kerugian, antara lain, kerusakan lingkungan hidup, banyak binatang dan flora air yang mati alasannya ialah kekurangan oksigen, terjadi pendangkalan akhir menumpuknya sampah di sungai, akses air menjadi tidak lancar sehingga sanggup mengakibatkan banjir, dan munculnya aneka macam penyakit menyerupai muntaber, tifus, kolera, disentri, dan penyakit gatal-gatal pada kulit.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran air, antara lain, jangan membuang limbah buangan pabrik dan sampah ke sungai, mengadakan penertiban pembuangan
sampah, dan membersihkan pemikiran sungai.
Hutan memiliki tugas yang sangat penting dalam kehidupan. Misalnya, dijadikan daerah pinjaman hewan, melindungi tanah dari ancaman erosi, dan mencegah terjadinya pencemaran udara. Akibat yang ditimbulkan alasannya ialah adanya penebangan pohon dan kebakaran hutan, antara lain:
a. permukaan tanah menjadi gersang, tandus, serta keras;
b. banyak binatang dan flora yang mati;
c. terjadinya gangguan keseimbangan lingkungan, yaitu kekeringan yang sangat panjang, kekurangan materi pangan, dan kemiskinan.
